Pages

Selasa, 13 Mei 2014

Webliografi 3 Aplikasi Online Pembuat Infografik

Terkadang data-data direpresentasikan terlalu membosankan sehingga banyak orang yang malas untuk membacanya. Agar representasi data tidak membosankan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, salah satunya dengan membuat Infografik. Tidak perlu memusingkan bagaimana membuatnya, karena kini sudah banyak aplikasi online pembuat infografik. Kebetulan sebelum membuat tulisan ini, saya mencoba 3 aplikasi online pembuat infografik untuk membuat tugas Mata Kuliah IMK (sebelum tugas ini).

1. Infogr.am

Ketika pertama kali membuka situs ini, muncul halaman home seperti gambar di atas. Agak janggal melihat halaman home karena ukuran tombol login dan alternatif login yang kecil dan berada di kanan atas, selain itu warna tombol alternatif login kurang pas dengan background. Tombol 'Create an Infographic' juga menjebak, karena ketika meng-klik tombol itu kemungkinan user mengharapkan dapat langsung membuat infografik, namun nyatanya tidak, ternyata itu hanya seperti kamuflase dari tombol 'register'. 

Untuk antarmuka aplikasinya sudah cukup bagus dan user friendly. User dapat dengan mudah memasukkan apa yang dibutuhkan di Infografik seperti gambar, chart, video, peta, dan teks. Kekurangan aplikasi ini adalah user tidak bisa mendesign dengan bebas karena user harus menggunakan tema yang sudah tersedia. Selain itu, pengaturan penempatan objek tidak leluasa karena hanya dapat mengatur objek keatas atau kebawah. Aplikasi ini mungkin cocok untuk user yang ingin memuat infografik di blog.

2. Ease.ly

Gambar di atas adalah halaman utama dari situs ease.ly. Di halaman utama ini ditampilkan template-template untuk membuat infografik. User dapat langsung membuat infografik dengan mengklik template tersebut tanpa harus login terlebih dahulu. Bila ingin register atau login, tombolnya berada di kanan atas dan ukurannya cukup besar. Bila ingin membuat infografik dimulai dari halaman kosong, maka user harus login terlebih dahulu. Antarmuka aplikasi ini sudah cukup baik, user dapat leluasa mendesign infografik. Namun kekurangan aplikasi ini adalah user tidak bisa membuat chart langsung dari aplikasi ini.



3. Venngage

Halaman utama Venngage menampilkan deskripsi-deskripsi situs tersebut. Namun saya rasa tombol untuk register terlalu banyak. Mungkin satu saja di atas atau dua dengan satu di deskripsi paling bawah itu saja sudah cukup. Selain itu, tombol untuk login 'menyamar' diantara tombol-tombol di bagian kanan atas. Untuk aplikasinya, antarmuka sudah bagus. Userpun dapat dengan nyaman dan bebas membuat infografik sesuai keinginannya. Chart pun sudah dapat dibuat langsung di aplikasi ini. 

Persentase Tenaga Kerja Militer di 10 Negara Militer Terkuat


Tujuan visualisasi ini adalah untuk membandingkan persentase tenaga kerja militer di 10 negara militer terkuat. Semakin besar persentasenya, semakin besar dukungan militer dari penduduknya. Dari data kesepuluh negara tersebut, terdapat pola yang menarik untuk diamati. Negara-negara yang termasuk dalam benua Asia memiliki tingkat persentase tenaga kerja militer lebih tinggi daripada negara-negara barat (Eropa dan AS) dan hampir semuanya lebih dari 50%, kecuali Jepang yang tingkat persentasenya terkecil di 10 negara tersebut, yaitu hanya 42,1%. Hal ini juga menarik ditelusuri mengapa Jepang memiliki persentase yang kecil. Untuk persentase negara-negara Barat, semuanya berada di angka 40-an persen. 

Sabtu, 10 Mei 2014

Jika Aki Motor Anda Habis...

Motor tiba-tiba tidak bisa distarter ? Lampu utama, sen, dan panel dashboard tiba-tiba redup (kadang mati) ? Mungkin penyebabnya adalah aki motor anda sudah habis, jadi Anda perlu menggantinya atau bisa juga men-chargenya di bengkel-bengkel yang sudah tersedia charger aki.

1. Mengganti Aki
Mungkin ini adalah langkah yang paling simpel untuk mengatasi masalah aki. Bila Anda mempunyai aki cadangan, Anda dapat langsung mengganti aki lama dengan aki cadangan. Namun apabila anda tidak memiliki aki cadangan, anda dapat membelinya di bengkel terdekat. Akan tetapi perlu diketahui bahwa kadang aki yang dijual/tersedia di bengkel tidak semuanya dalam kondisi baru. Apabila anda ingin membeli dan memasang aki baru, pastikan aki masih terbungkus di dalam dus sebelum dipasang oleh montir. Biasanya harga aki bekas lebih murah dibanding harga barunya.

Saya mempunyai pengalaman saat membeli aki (yang saya duga) bekas merk GS harganya 160ribu di Toko A sedangkan di toko B  saya membelinya dengan harga 230ribu, Selisih 70ribu. Aki yang saya beli di Toko A ternyata mampu bertahan hanya sekitar 1 tahun, padahal aki sebelumnya yang saya pakai mampu tahan hingga sekitar 3 tahun. Karena itulah mengapa saya menduga aki itu aki bekas.

Oh ya, jangan lupa untuk membawa pulang aki yang lama, karena aki lama bisa di-charge dan disimpan untuk aki cadangan.

2. Men-charge aki
Langkah ini adalah langkah yang paling murah, tapi anda harus sedikit lebih berusaha dan sabar. Karena tidak banyak bengkel yang menyediakan jasa charger aki. Proses pengisian memakan waktu sedikit lama, sekitar 2 jam anda harus menunggu.

Demikian pembahasan dari saya semoga bermanfaat. Mohon koreksi bila ada salah, karena tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman saya dan membaca di beberapa tulisan dan artikel :)

Kamis, 27 Februari 2014

Pencurian yang Gagal

Kamis, 27 Februari 2014

Di kontrakan "Wisma Lughaye", saat adzan shubuh dikumandangkan, tiba-tiba... 
"Maling maling maling !!! bangun ada maling !!", teriak salah seorang teman kontrakanku membangunkan hampir seluruh penghuni kontrakan. Semua penghuni kontrakan yang baru bangun berhamburan keluar dengan wajah yang masih beler, ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Salah seorang warga yang bertugas ronda malam itu juga langsung menghampiri. Oh ternyata motor Satria F temanku yang menjadi target pencuri. Beruntung pencuri itu gagal membuka kunci motor tersebut dan aksinya sudah terlebih dahulu terpergok lalu kemudian langsung kabur.

Ah untung saja ada pertandingan sepak bola malam itu, kalau tidak mungkin ceritanya bisa lain. Yap kebetulan malam itu temanku yang memergoki maling tersebut baru saja menonton klub favoritnya bertanding. Rejeki masih ada di pemilik motor Satria F, Tuhan masih belum berkehendak motor tersebut hilang dan menjadi milik si maling. Dibalik semua itu, ada untungnya juga si maling 'mampir'. Pertama, hampir semua penghuni kontrakan menjadi bangun tepat ketika shubuh, biasanya ? Ah sudahlah tak usah diceritakan :p. Kedua, penghuni kontrakan menjadi lebih waspada, memang sebelum kejadian tersebut penghuni kontrakan seringkali abai soal keamanan. Ketiga, saya bisa melayani buyer yang menghubungi saya ketika subuh, alhamdulillah ini rezeki saya :D . Untuk sekarang ini hanya tiga 'untung' yang baru saya temukan, selain ketiga 'untung' tersebut mungkin saja masih ada 'untung-untung' lainnya yang masih tersirat. 

"Ada makna di balik setiap takdir"

Wallahu A'lam

Rabu, 26 Februari 2014

Hama Tak Selamanya Hama

"Hey bunga apa yang ada di gambar ini ? Cukup indah. Aku belum pernah menemukan bunga seperti ini !"
"Itu hanya bunga dari sebuah tanaman liar yang tumbuh di halaman rumahku"
"Apa ? Tumbuhan liar ? Hama ?"
"Ya, benar. Cobalah kamu amati dan perhatikan sekitarmu, banyak sekali hal-hal yang indah yang akan kamu temukan, bahkan dari sesuatu yang kamu anggap biasa saja, mengganggu, atau tidak berguna. Bukankah Tuhan menciptakan segala sesuatu lengkap dengan kegunaannya ? Dulu, bunga mawar dianggap sebagai tumbuhan liar, tapi sekarang
? manusia menjadikannya sebagai tanaman hias. Manusiapun sama halnya demikian, sejahat-jahatnya manusia, seburuk-buruknya manusia pasti ada 'keindahan' yang terpendam. Tinggal bagaimana manusia bisa menggali 'keindahan' hikmah-hikmah darinya."

Wallahu A'lam

Senin, 24 Februari 2014

Antara Kelud, Merapi, dan Sinabung : Sebuah Pelajaran Berharga

Oleh : Guruh Samodra

Gunung Kelud
Salah satu informasi penting dalam rangka upaya penanggulangan bencana adalah informasi tentang bahaya (hazard). Informasi bahaya berisi tentang perkiraan lokasi, waktu dan intensitas. Ketiga informasi tersebut penting untuk menjawab pertanyaan di mana, kapan dan seberapa besar/intensitas sebuah bencana alam akan terjadi. Jawaban dari pertanyaan tersebut merupakan instrumen untuk meminimalisasi korban atau risiko apabila sebuah bencana benar-benar terjadi.
Informasi bahaya gunung api biasanya juga berisi tentang perkiraan lokasi, waktu dan intensitas. Lokasi bahaya gunung api sangat mudah ditentukan karena memang bentuk gunung api yang spesifik. Hal ini berbeda dengan gempa bumi yang notabene cukup sulit untuk memperkirakan lokasinya secara pasti. Perkiraan waktu secara pasti, jam, menit, detik akan terjadinya suatu bencana, sulit sekali dilakukan. Sampai saat ini belum ada metode atau teknologi yang mampu menentukan waktu bencana secara tepat.
Perkiraan waktu erupsi biasanya diperoleh dengan cara menerjemahkan perilaku gunung api yang muncul sebelum erupsi. Perilaku tersebut dapat berupa penampakan visual gunung api seperti semburan debu vulkanis, peningkatan jumlah kegempaan dan amplitudonya, suhu di sekitar puncak misalnya suhu air (jika ada), terjadinya deformasi, dsb. Perkiraan intensitas erupsi gunung api ditentukan berdasarkan perilaku gunung api dan sejarah erupsi gunung api tersebut. Perkiraan intensitas erupsi merupakan data dasar untuk menentukan radius aman kawasan bencana dan evakuasi. Erupsi Gunung api Kelud, Merapi, dan Sinabung menyadarkan kita semua akan pentingnya informasi bahaya gunung api. Kejadian tersebut tidak hanya menyisakan kisah sedih namun juga memberikan pelajaran akan kisah sukses dalam pengurangan risiko bencana serta pekerjaan rumah yang masih harus (selalu) dilakukan.
Salah satu kisah sukses perkiraan bahaya gunung api adalah perkiraan erupsi Gunung Kelud beberapa hari yang lalu. Status awas diumumkan 2 jam menjelang Gunung Kelud meletus. PVMBG sukses menerjemahkan perilaku Gunung Kelud yang kemudian dimanifestasikan ke dalam peningkatan status menjadi awas.
Keberhasilan dalam menerjemahkan perilaku gunung api tentunya memerlukan informasi karakteristik gunung api, data sejarah erupsi dan ketersediaan instrumen yang digunakan untuk mengukur perilaku gunung api. Sebagian besar gunung api bertipe A di Indonesia, seperti Gunung Kelud, sudah memiliki alat pemantau tersebut. Meskipun demikian, masih terdapat 7 korban jiwa (data BNPB 18 Februari 2014) akibat erupsi Gunung Kelud 2014.
Ternyata di balik kesuksesan perkiraan bahaya, masih ada aspek lain yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk menjadikan zero korban saat terjadi bencana. Hal yang perlu dicermati adalah bahwa keempat korban tersebut berumur lebih dari 60 tahun. Sehingga salah satu pekerjaan rumah tersebut adalah memprioritaskan bantuan/evakuasi kepada elemen berisiko yang memiliki kerentanan (vulnerability) tinggi seperti orang tua, anak-anak, penyandang cacat dsb..
Gunungapi Merapi memiliki kisah sendiri saat terjadi erupsi pada tahun 2010. Tercatat setidaknya 353 orang meninggal akibat erupsi salah satu gunung api teraktif di Indonesia tersebut. Padahal, erupsi Merapi 2010 juga merupakan salah satu cerita sukses perkiraan bahaya gunung api. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status menjadi awas pada tanggal 25 Oktober 2010. Sehari kemudian, erupsi terjadi pada tanggal 26 Oktober 2010. Setidaknya satu hari merupakan waktu yang cukup untuk melakukan evakuasi. Hanya saja pada saat itu, ada beberapa orang yang memang tidak mau dievakuasi karena yakin bahwa Gunung Merapi akan baik-baik saja. Contoh tersebut menyadarkan akan pentingnya pengetahuan tentang kebencanaan sejak dini dan pentingnya mensosialisasikan pengetahuan bencana kepada masyarakat. Sementara waktu menyingkir dan biarkan gunung api ‘menuntaskan keinginannya’.
Lain Kelud, lain Merapi, lain pula Sinabung. Sinabung memiliki cerita sendiri. Tidak seperti Kelud dan Merapi yang diklasifikasikan sebagai tipe A, Sinabung diklasifikasikan ke dalam gunung api tipe B (sebelum erupsi tahun 2010). Gunung api tipe A adalah gunung api yang tercatat sekurang-kurangnya telah mengalami erupsi setelah tahun 1600 sedangkan tipe B adalah gunung api yang tidak tercatat erupsi setelah tahun 1600 namun masih memperlihatkan kegiatan vulkanik. Implikasinya adalah gunung api tipe A biasanya dilengkapi stasiun pemantau dan instrumen pengukuran aktifitas gunungapi yang memadai, sebaliknya karena keterbatasan sumberdaya, gunungapi tipe B biasanya sangat minim akan fasilitas pemantauan. Selain itu, karena catatan erupsi yang sedikit, sulit untuk memperkirakan karakteristik dan perilaku gunungapi tipe B. Hal ini berlaku untuk Gunung Sinabung.
Penanganan Gunung Sinabung terkesan lambat dan terkesan kurang berhasil. Bahkan pemerintah mengakui salah dalam memperkirakan erupsi Gunung Sinabung 2010 (Kompas, 2010). Setelah erupsi 2010, tipe Gunung Sinabung diubah menjadi tipe A yang kemudian pada September tahun 2013 hingga awal 2014 Gunung Sinabung beraktifitas kembali. Akibat minimnya data sejarah erupsi dan anomali perilaku Sinabung, perkiraan bahaya erupsi Gunungapi Sinabung 2013-2014 juga tidak berjalan mulus. Kadang-kadang ilmu pengetahuan juga memiliki batas dalam memahami keinginan alam. Salah satu yang membuat batas itu adalah data. Hampir seluruh perkiraan bahaya (untuk semua bencana) memerlukan data historis untuk memperkirakann frekuensi dan intensitasnya di masa mendatang. Semakin minim data yang digunakan maka validitas dan reliabilitas perhitungan bahaya semakin rendah. Data inventaris bencana adalah pekerjaan rumah selanjutnya.
Ketiga kasus tersebut mengisyaratkan kompleksitas masalah bencana sekaligus memberikan pengalaman berharga terkait dengan penanganan kasus bencana di Indonesia. Masyarakat harus paham bahwa tanah tempat tinggal mereka merupakan tanah yang mewajibkan setiap manusia yang tinggal di atasnya bisa mengerti, memahami dan bersahabat dengan bencana. Sudah selayaknya kita semua terus belajar dan belajar dari pengalaman bencana yang melanda negeri dalam satu dekade ini.
Semoga dengan meningkatnya frekuensi bencana akhir-akhir ini dapat menjadikan bangsa ini lebih tangguh dalam menghadapinya.

Sabtu, 15 Februari 2014

Iklan yang 'Bergentayangan' di Situs-Situs Streaming Sepak Bola

Iklan adalah salah satu sumber pendapatan untuk sang pemilik website. Akan tetapi sering kali iklan-iklan yang dipasang di website ditempatkan di tempat yang tidak tepat sehingga sangat mengganggu kenyamanan user saat mengakses halaman website tersebut.

Iklan-iklan yang sangat mengganggu bisa dapat kita jumpai saat mengakses situs-situs live streaming sepak bola yang tidak berbayar. Contohnya situs www.usagoals.tv , setiap kali kita meng-klik halaman tersebut muncul halaman tab baru yang berisi iklan. Bukan hanya itu, iklan-iklan pop up juga sering kali menutupi halaman streaming dan membuat repot para user karena harus menutup iklan-iklan tersebut. Iklan-iklan pop up ini juga cukup mengganggu kelancaran live streaming sehingga setiap kali iklan pop up akan muncul maka proses streaming akan agak tersendat.

Dari contoh tersebut, dapat diambil pelajaran agar pemilik website sebaiknya menata iklan-iklan dengan baik agar para user dengan nyaman mengakses situsnya. Dengan iklan yang ditata rapih, user akan lebih nyaman mengakses website dan tidak menutup kemungkinan jumlah pengakses akan semakin banyak.